All content for INI KOPER is the property of Dani Wahyu Munggoro and is served directly from their servers
with no modification, redirects, or rehosting. The podcast is not affiliated with or endorsed by Podjoint in any way.
Sharing Ideas and Experiences for better virtual community
Di tengah berbagai tantangan zaman kita—mulai dari krisis iklim yang semakin parah, ketidaksetaraan ekonomi yang meruncing, hingga perpecahan sosial yang mendalam—kita menghadapi satu krisis lagi yang mungkin jauh lebih berbahaya: Krisis Imajinasi. Rob Hopkins, dalam bukunya "From What Is to What If," berpendapat bahwa masalah terbesar kita bukanlah kekurangan solusi teknis atau kebijakan, melainkan kegagalan kolektif kita untuk membayangkan masa depan yang lebih baik. Kita telah begitu terkunci dalam realitas "Apa Adanya" (What Is), sehingga kita kehilangan kemampuan radikal untuk bertanya "Bagaimana Jika" (What If). Akibatnya, visi masa depan yang suram atau distopia justru terasa lebih realistis daripada visi tentang dunia yang berkembang, adil, dan terhubung.
Kemunduran imajinasi ini bukanlah sekadar perasaan subjektif, melainkan sebuah tren yang terukur. Hopkins menunjuk pada penelitian yang menunjukkan penurunan signifikan dalam skor kreativitas dan pemikiran divergen sejak tahun 1990-an. Ia mengidentifikasi beberapa penyebab utama: hilangnya waktu bermain yang tidak terstruktur bagi anak-anak, sistem pendidikan yang memprioritaskan pengujian standar di atas rasa ingin tahu, serta serangan tanpa henti terhadap perhatian kita dari teknologi digital. Dalam masyarakat yang dilanda kecemasan dan stres kronis—kondisi yang secara biologis menekan hippocampus, bagian otak yang kita gunakan untuk berimajinasi—kita telah kehilangan ruang mental yang diperlukan untuk melamun, bereksperimen, dan bermimpi.
Krisis Imajinasi ini sangat genting karena imajinasi bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar. Ia adalah mesin penggerak perubahan sosial, inovasi sejati, dan ketahanan komunitas. Tanpa kemampuan untuk membayangkan dunia yang berbeda secara fundamental, kita akan tetap lumpuh, hanya mampu bereaksi terhadap krisis yang ada alih-alih secara proaktif membangun alternatif. Jika kita tidak dapat menceritakan kisah yang jelas dan menarik tentang masa depan yang kita inginkan, kita tidak akan pernah bisa mengumpulkan kemauan kolektif untuk mewujudkannya.
INI KOPER
Sharing Ideas and Experiences for better virtual community