Mari merayakan kelahiran Raja Mulia yang mentransformasi hati dan kehidupan manusia, bersama dengan kami di ACS.
Yesus adalah Raja Damai yang datang bukan untuk menghapuskan penderitaan kita, tetapi untuk memberikan kedamaian dalam hati kita meskipun harus melewati penderitaan di dunia. Apakah hatimu tenang ketika badai menerpa?
Melewati gunung dan lembah, baik di daratan, lautan, dan udara, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Di Natal yang pertama, Tuhan Yesus datang untuk menjadi terang bagi dunia yang gelap. Saat ini, waktunya bagi kita juga untuk menjadi terang bagi dunia ini.
Mari belajar menjadi angkatan orang-orang benar yang berani menolak mengikuti arus dunia dan mempunyai pendirian yang teguh berdasarkan firman Tuhan.
Mari belajar bersama bagaimana mempersiapkan keluarga kita untuk menjadi penuai di akhir zaman.
Wanita yang bijaksana bekerja sama dengan suaminya untuk membangun generasi masa depan.
Sejak awal penciptaan, Tuhan memerintahkan kepada manusia untuk hidup berbuah. Sudahkah hidupmu berbuah?
Tuhan memerintahkan kita untuk memuridkan orang lain, sebagai bukti kita melakukan Amanat Agung. Sudahkah anda melakukan hal itu?
Mengasihi musuh-musuh bukanlah suatu hal yang mudah untuk dipraktekkan, tetapi ini adalah perintah Tuhan Yesus sendiri. Jadi, kita perlu minta Roh Kudus memampukan kita bukan saja untuk mengampuni musuh-musuh, tetapi juga untuk mengasihi mereka.
Dalam pernikahan, sangat penting suami istri saling menjaga kekudusan dan kesetiaan. Hal ini akan menjadi patron baik yang diwarisi oleh anak, cucu, dan cicitnya kelak.
Apakah Hukum Taurat sudah dibatalkan? Atau kita masih harus menaatinya? Dalam kotbah ini, Pdt. Daniel Hendrata menjelaskan kebenaran dari Matius 5:17–20 bahwa Yesus tidak membatalkan, tetapi menggenapi Hukum Taurat. Temukan perbedaan Hukum Moral dan Hukum Seremonial, mengapa korban bakaran dan peraturan kosher tidak lagi mengikat kita, serta bagaimana kasih karunia memampukan kita menghidupi standar moral Yesus yang lebih tinggi.
Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Memberi rasa kepada kehidupan yang hambar. Memberi penerangan kepada dunia yang gelap. Sudahkah kita melakukan bagian kita?
Apakah kotbah di bukit sudah mewarnai hidupmu? Apakah anda menerapkannya di dalam kehidupanmu sehari-hari?
Apakah anda membangun rumahmu di atas dasar batu karang yang teguh, atau di atas dasar pasir yang mudah goyah?
Kalau kita benar-benar mengenal Tuhan, maka kita akan melakukan kehendak Bapa di Sorga. Apakah kita sudah benar-benar mengenalNya?
Berhati-hati terhadap serigala yang berbulu domba. Bagaimana caranya kita mengidentifikasikannya, supaya tidak tertipu?
Bagaimana seharusnya kita memperlakukan anggota keluarga kita sendiri? Bagaimana bila ada yang sangat menjengkelkan, apa yang harus kita lakukan?
Kuatir tidak akan menambahkan apa-apa dalam hidup kita. Serahkanlah seluruh kekuatiranmu kepada Tuhan, sebab Ia peduli kepadamu.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk murah hati. Hidup bukan memikirkan diri sendiri, tetapi bisa berbagi dengan orang lain yang lebih membutuhkan.