Rumus Doa: Sadari - Terima - Ridho
Konsekuensi Pengabulan Doa Kita
Tidak yang lebih kita butuhkan melebihi butuhnya kita ditolong oleh Allah
54. Suara Diri - Yang patah tumbuh yang hilang berganti
Engkau Bersama Yang Engkau Cintai
Setiap orang pasti merasakan bergiliran episode kehidupan
Karena Allah memang pergilirkan hari2 itu di antara manusia
Kadang menang kadang kalah
Kadang tawa kadang menangis
Ada kalanya kita berada di puncak
Ada kalanya mungkin kita berada di bawah
Ada moment kadang kita merasa semuanya membahagiakan
Ada masa juga kita merasa begitu kecewa
Semua ada masanya
Tak perlu juga berbangga dengan apa yang kita dapat
Tak perlu juga bersedih dengan apa yang hilang
Sebagaimana musim yang terus berganti
Roda yang terus berputar
Ada siang ada malam
Bertemu lalu berpisah
Mendapatkan kemudian kehilangan
Mencintai lalu saling meninggalkan
Hidup lalu mati
Semua mengajarkan pada kita
Agar jangan menggenggam terlalu erat
Yang pada akhirnya kita harus rela melepaskan
Karena sejatinya kita tidak mempunyai apapun
Serahkan kepada Allah sepenuhnya dan bertawakallah.
SIKAP DASAR SEORANG LEADER :
Bersikap Stoikis
Sikap hidup yang memiliki kesempurnaan batin dan akal. Mempunyai batin yang kukuh, sehingga tidak mudah goyah terhadap perubahan di luar.
Manusia yang benar-benar memilih keutamaan hidup dengan sikap praktis dalam hidup yang membahagiakan. Pencapaiannya melalui fokus diri, refleksi diri, dan antisipasi diri
Sifat stoikisme mengajak kita untuk hidup realistis, membaca diri, mengevaluasi diri dan antisipasi diri, harus siap dengan berbagai tantangan dan hambatan.
Saat ini kita sudah di sini! Ada tanggung jawab pada setiap diri kita yang tidak bisa ingkari.
Tugas kita adalah untuk terus belajar, tumbuh dan berubah menjadi versi terbaik
dari setiap kita setiap hari,
baik dalam melaksanakan tugas sehari - hari dalam keluarga maupun dalam organisasi.
dalam bisnis dan pekerjaan serta kehidupan bermasyarakat.
Agar menjadi lebih baik guna mencapai puncak pencapaiannya. Ridho ilahi.
Sukses, hidup Mulia dan Bertabat
Untuk yang hari ini berada di titik terendah
Kekuatan Cinta - Kisah Anak Burung Pipit, Karya Irfan Toni Herlambang
Pohon Tua Dari buku Kekuatan Cinta, 30 Nasehat Bagi Jiwa Perindu Nur Ilahi karya Irfan Toni Herlambang.
Doaku, Kasihani Kami Yaa Rabb by Alim Mahdi
Kalo ditanya seseorang tentang keburukanku by Alim Mahdi
Hikmah Air Liur, Air Telinga dan Air Mata by Alim Mahdi
Kebahagiaan Yang Terlupakan oleh Alim Mahdi
HIKMAH BIBIT TANAMAN
Semangat pagi kawan,
Semoga Anda sehat dan bahagia,
Hikmah Bibit Tanaman
dari buku Kekuatan Cinta karya Irfan Toni Herlambang
Kawan, Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur.
Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini.
Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi dipucuk-pucuk daunku. Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang."
Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana.
Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang?
Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya?
Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman." Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
***
Kawan, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri.
Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
Ditulis dari buku: Irfan Toni Herlambang