Vortex of Hatredsendiri merupakan band death metal asal Yogyakarta. Awalnya mereka bernamaVortex, sebelum akhirnya berevolusi menjadi Vortex of Hatred setelah formasiempat personel terbentuk: Ajx (vokal), Tan Defri (gitar), Evanny Noei (bass),dan Algi Dilanuar (drum). Meski saat ini mereka tidak lagi memiliki bassisttetap, album Galat tetap digarap bersama Evanny Noei sebelum ia memutuskankeluar dari band. Album ini dirilis melalui Parasit Records, label metal asalYogyakarta.
Apa jadinya ketika DeadSquad versi Horror Vision dengan vokalis Daniel Mardhany tapi lebih brutal dan megah? Ya, ini dia Altaraven.
Stream here:https://music.youtube.com/playlist?list=OLAK5uy_mZAl0AXapTEdEAiwPi9aA2OgDJViCpZts&si=cBmjVHiNUMY82cR5
Datang dari Yogyakarta di bawah naungan Polarity Records, Coldhaven mengeluarkan album perdananya yang berjudul ‘Evenfall’ dengan nuansa biru dingin di covernya. Sejak berdiri pada Januari 2022, mereka sudah mengeluarkan empat single sebelumnya yang juga dimasukkan ke dalam album ini. Single-single itu adalah, ‘Sea Of Memories’, ‘No Shore’, ‘Left To Burn’, dan terakhir ‘Porcelain Mask’. Beranggotakan empat orang, Argha Dicandra (vocal), Wisnu (gitar), Ian Anatha (keyboard), dan Jexx (drum).
Album ‘Violent Nature’ jadi penanda babak baru I Prevail setelah ditinggalkan oleh clean vocalist Brian Burkheiser di 15 Mei 2025 lalu. Violent Nature akhirnya rilis di 15 Agustus 2025 setelah sebelumnya mereka merilis beberapa single. Single ‘Violent Nature’, yang juga jadi nama album ini, menjadi pembuka untuk mengenalkan era baru I Prevail tanpa Brian, disusul oleh tiga single lainnya: Into Hell, Rain, dan Annihilate Me. Gue sempat memberikan reaction dan review untuk single pertamanya itu. Terasa banget memang perbedaannya.
Stream here:https://open.spotify.com/album/5pA8xk272o1CW2QfAqyZG4?si=6e9omOGsRMGddywLbrrNiQ#musicreview #reactionvideo *If there are any mistakes in the video, please correct them in the comment section. Let's have a discussion.➖ ➖ ➖Submit your review request here:https://bit.ly/BANGGHUL-requestMeet another reviewer around the globe:https://app.musosoup.com/submit/bangghulamFind me on Groover:https://groover.co/band/signup/referral/influencer/21326/?utm_source=widget&utm_medium=widget_banner&utm_campaign=0.ghulam-tufail&widget_id=21326Support this channel!https://saweria.co/bangghulamRead my blog:https://bangghulam.wordpress.com/Follow my playlist on Spotify to listen to the best Heavy Metal music!https://open.spotify.com/user/bangghulam?si=ef51cb6c6c554e3b👣 Follow BANG! GHULAMInstagram -- https://www.instagram.com/bangghulam/X -- https://x.com/bangghulamBusiness inquiries email to:bangghul.media@gmail.com
Flowthentic, band raw rock asal Rawamangun,Jakarta merilis album keduanya berjudul “Konsumsi Publik” di 9 Mei 2025. Berisikan 14 trek dengan durasi selama 51 menit. Butuh keberanian untuk menyajikan trek sebanyak itu dalam sebuah album. Apakah lagu-lagu di dalamnyajuga seberani itu? Oke gue bahas.
Setelah memperkenalkan “Farewell Now” lewat maxi single tahun lalu, Danesa memperluas narasi nostalgia dan penerimaan ini menjadi EP utuh. Tambahan lagu “All Along” dan “To Watch the Words Fall Down, To Recite the Lines I Keep” makin memperkaya benang merah tentang hubungan, waktu, dan kehilangan. EP ini lahir dari proses kreatif intens antara Juni–September 2024, dibumbui sentuhan gitar David Gabriel. Hadir dengan semangat yang konsisten dari Farewell Now Tour 2024, rilisan ini mengukuhkan karakter Danesa di peta indie rock Yogyakarta. Bagi pembeli Bandcamp, tersedia booklet eksklusif berisi easter egg setiap lagu.
Static Years lempar debut EP That Depends On You, karya yang penuh denyut naik-turun, kayak lo lagi di bianglala pas malem minggu sendirian. EP ini ngebahas fase hidup dan hubungan—baik sesama manusia atau sama yang di atas sana—dengan sound yang nyambung ke akar referensi macam Citizen, Basement, sampai Title Fight. Dari “Overgrey” sampai “Blur”, tiap tracknya adalah alter ego yang jujur dari tiap personel. Ini bukan sekadar mini album, tapi pandangan hidup yang dibungkus dalam distorsi dan emosi.
Referensi musik mereka cukup kaya di dalam EP yang berisikan 6 trek ini. Meskipun dibalut dalam satu sound yang sama, tapi referensi genre bisa beragam. Sependengaran gue, di sini bisa ditemukan gaya pop punk, indie pop/rock jepang, emo, dan lain-lain. Meskipun kaya akan referensi, tapi masih ada kekurangan sedikit di bagian produksi. Masih bisa dimaksimalkan lagi dari komposisi dan mixingannya. Satu hal yang menarik perhatian gue sebagai bassist tentu permainan bassnya yang “maen” banget.
Meskipun EP ini hanya memuat 3 lagu, sangat singkat memang, tapi komposisi di 2 trek pertamanya (“Anosmia Empati”, “Bigot”) cukup kaya. Sebuah perkenalan yang baik dari Reiwa. Tapi tidak dengan trek ketiganya “Fundamental”, ini lebih reflektif. 2 lagu penuh amarah dan 1 lagu penuh refleksi adalah perpaduan musik yang pas untuk membawa tema EP ini.
Metallic hardcore dengan sedikit black metal
Band metal fenomenal asal Inggris, Sleep Token kembali dengan album baru setelah 2 tahun lalu merilis “Take Me Back To Eden”. Kali ini mereka membawa nafas baru lewat album “Even In Arcadia” yang berisikan 10 track. Rilis di 9 Mei 2025, menjadikan ini album studio keempat dari Sleep Token. Sebelumnya, mereka sudah merilis 3 single untuk menyambut kedatangan album ini. Ada “Emergence” (13/03/2025), “Caramel” (04/04/2025), dan “Damocles” (25/04/2025).
Enitine adalah band emo baru dari Malang yang dibentuk di awal 2024. Mereka mengeluarkan debut EP yang berjudul “Nightmare Blunt Rotation” di 7 Februari 2025. Berisikan 4 lagu, “Lake For Swans”, “Alice”, “Blunt Trauma” dan “Me vs the Killing Comfort”. Keempat lagunya juga sudah memiliki music video di channel youtubenya. Band ini beranggotakan 4 orang, ada Kent/Caca (vokal dan gitar), Farhan (gitar), Rafi (bass) dan Jibril (drum). Claimnya, mereka mengusung genre emo kekinian (5th wave emo). Apakah isi EP ini sesuai dengan claim mereka? Oke ini dia pembahasannya.
FATHERSLAM, band bapak-bapak brutal. Begitulahistilah yang mereka sematkan pada band ini karena memang band ini diisi oleh sekumpulan bapak-bapak gabut yang ngeband lagi. Berawal dari live tiktoknya ProvokatorBK a.k.a. Fandiyarman yang ketemu dengan Bobby Lordsatvrn (ex Kukertank, ex Bunian), Farid, Hansen Matsuka (ex Carnivored, ex Sinister Sick) dalam satu sesi live. ereka akhirnya sepakat untuk ngeband bareng meskipun berbeda-beda kota.Dibentuk di 11 September 2024, sampai sekarang hanya menyisakan 1 anggota asli yaitu Bobby yang akhirnya mengajak Andre untuk gabung sebagai gitaris.
Setelah sekian lama vakum sepeninggal Chester Bennington, akhirnya Linkin Park kembali dengan membawa 2 anggota baru. Emily Armstrong (Dead Sara) mengisi lead vocal dan Colin Britain menggantikan posisi Rob Bourdon di drum. Pada November 2024, mereka mengeluarkan album baru berjudul ‘From Zero’ dengan harapan memulai semuanya kembali dari nol.
Bangsat lah, seumur-umur belum pernah dibikin sesedih dan serelate ini sama lagunya @seringai_official . Lagu terbaru Seringai 'Pulang' bikin gue cerita panjang di video ulasan, tentang mental health dan juga kondisi gue sekarang ini.
Setelah menggarap mini album berjudul ‘Extended Play’ di 2018 saat mereka berdiri, akhirnya di 2023 Lawrider merilis album penuh pertamanya ‘Ride or Die’. Lawrider sendiri adalah band heavy metal dari Yogyakarta yang beranggotakan 4 orang. Ada Rio Saputra (gitar sekaligus inisiator), Latif Brilliant (vocal), Dab Yon (bass), dan Yusack Nurcholis (drum). Band ini hanya menyisakan Rio Saputra sebagai anggota tetap sejak 2018, ketiga lainnya adalah pengganti anggota sebelumnya yang tidak bisa membersamai band ini lagi.
Dissloved adalah band melodic hardcore asal Yogyakarta yang diinisiasi oleh Niko (gitar) sejak 2023. Beranggotakan 5 orang, dengan 4 lainnya adalah Andoy (gitar), Opal (drum), Bagong (bass), dan Ahsan (vokal). Opal juga bagian dari band cute hardcore yang pernah gue ulas sebelumnya, Sunflow. Berawal dari project cover Counterparts dan Modern Guns, akhirnya mereka memantapkan diri untuk merilis debut EP-nya yang berjudul “The Tears That Can’t Be Washed Away”, sebuah judul yang panjang tentu.
Avhath dan Kuntari, dua musisi yang berbeda dunia (red: genre) berkolaborasi dalam album bersama yang dijuduli “Ephemeral Passage”. Dipandu oleh produser Lafa Pratomo, mereka menghasilkan 6 track gelap dalam album ini. Bagaimana hasil kolaborasi mereka? Apa jadinya ketika Black Metal (Avhath), Experimental (Kuntari) dan Pop (Lafa Pratomo) dijadikan satu?