Kebiasaan yang dilakukan orang tua akan ditiru oleh anaknya secara instan. Apa yang dikatakan, apa yang dimakan, semua terekam dalam otak si Kecil. Untuk bisa membuat anak terbiasa hidup sehat, kebiasaan ini harus dipelajari dan diterapkan sejak dini, salah satunya di masa MPASI.
Bersama dr. Meta Hanindita, kita belajar memahami kalau MPASI gak cuma sekedar gizi.. tapi juga masa anak belajar mengenal sinyal lapar dan kenyang, serta gimana stunting bisa memicu obesitas pada si Kecil.
Timestamp:
00:00 Opening
04:07 Makan sehat ga harus mahal
11:00 Kenapa ibu yang lebih detail urusan gizi
14:17 Orang tua gaperlu jadi tong sampah anak
20:10 Mengenalkan sinyal lapar dan kenyang ke anak
29:00 Kok anak aku lebih pendek ya? Padahal seumuran
37:00 Hubungan fase oral dan kemampuan sensorik motorik anak
43:02 Pentingnya peran pasangan untuk ibu dan keluarga
2026 udah di depan mata, ini dia pilihan episode Season 4 Podcast Curhat Bapak Ibu dari #ParenTeam untuk nemenin Parents menyambut 2026 lebih baik lagi!
00:00 Opening
01:05 Raim Laode
05:28 Anies Baswedan
09:05 Pandji Pragiwaksono
13:10 Adriano Qalbi
17:24 Ayu Kartika Dewi
21:06 Raden Prisya
22:58 Meilinda Sutanto
25:15 Annisa Steviani
Parents, banyak yang pengen anaknya jauh lebih baik dari orang tuanya.. Tapi berharap perubahan dari anak itu sulit, kalo orang tuanya sendiri belum berubah..Nah, di episode Podcast Curhat BaBu kali ini bersama Keke Kania, terungkap kalo banyak yang harus diupayakan oleh orang tua agar anak bisa tumbuh jadi versi terbaik dirinya. Mulai dari aktualisasi diri, menerapkan active listening, sampai memutus siklus trauma dari generasi sebelumnya.Teh Keke juga mempromosikan buku yang baru ia rilis, yakni ‘Can I Talk To You,’ berisi obrolan-obrolan bermakna beliau bersama dua orang buah hatinya, juga cerita-cerita menarik di dalamnya. Simak sampai selesai buat obrolan-obrolan seru dan insightful ya!Timestamp:00:00 Opening02:50 Membangun kedekatan dengan orang tua dan mertua08:30 Menerapkan ‘active listening’ dan aktualisasi diri13:45 Cara membuat anak bisa terbuka ke orang tua21:15 Gak bisa sekadar nanya ‘how was your day?’ ke anak24:00 Kekhawatiran ketika anak tumbuh dewasa26:58 Gak nyiapin peninggalan investasi buat anak-anak30:43 Pentingnya nyontohin relationship yang baik ke anak38:05 Cerita yang ditulis di buku ‘Can I Talk To You?’42:46 Perspektif anak-anak dan ‘learning shutdown’45:42 Detail buku ‘Can I Talk To You?’Link pembelian buku Can I Talk To You: https://www.tokopedia.com/geometrymedia/can-i-talk-to-you-conversations-with-my-children-a-mother-s-reflection-kania-annisa-anggiani-1732946712951882907Website Keke Kania: https://www.kekekania.com/
Selama ini, kita mengira stress dan trauma hanya disimpan dalam kepala. Tapi faktanya, tubuh kita juga merekam semua trauma yang kita alami.Dan hal ini bukan sesuatu yang sulit untuk dibaca, selama kita mau mengakui.
Bersama Adeline Windy selaku Founder Singing Bowl, mari belajar mengakui luka untuk menyembuhkannya.
TIMESTAMP
00:00 Opening
03:37 Tubuh berkomunikasi
07:10 Komunikasi butuh proses, tidak bisa instan
12:42 Teriak adalah tanda ada yang belum selesai
16:55 Berkenalan dengan Fascia
21:15 Suplemen gak bisa bantu kalau kita masih belum paham
37:00 Suara bisa menenangkan karena kita lahir ditemani suara
43:25 Pentingnya rest and digest untuk healing
Banyak yang bilang, kalo Ibu itu harus olahraga, biar kurus dan langsing. Padahal, sekarang tuh trennya justru Ibu-Ibu yang berolahraga biar kuat. Istilahnya, lagi “rise of the strong mom era.”
Tapi, banyak juga di antara Ibu yang sering kejebak toxic positivity ketika olahraga. Karena, olahraga tuh gak harus tiap hari banget lho Bu. Konsisten itu, tetep ngelakuin olahraga, tapi intensitasnya ngikutin kondisi tubuh saat itu lagi gimana. Juga, istirahat itu bagian dari journey berolahraga. Jadi jangan lupa rest!
Nah, episode ini ngulik banyak hal terkait olahraga buat Ibu.. Mulai dari mental Ibu yang juga akan kuat dengan olahraga, pentingnya ambil jeda di tengah hiruk pikuk pekerjaan, tips olahraga untuk kaum mager, gimana memulai olahraga.
Timestamp:
00:00 Opening
2:12 Tujuan olahraga tiap orang gak bisa disamaratakan
6:54 Konsisten kadang bisa toxic
12:09 Yoga bisa jadi sarana berhenti sejenak
15:13 Kalau mau mulai olahraga, caranya banyak
17:40 Gym khusus perempuan
20:28 Persepsi orang tentang yoga
24:55 Olahraga buat Ibu itu kayak gimana sih?
31:07 Tips buat ibu-ibu untuk mulai olahraga tanpa FOMO
36:24 Cerita Salsa dan Amanda nemuin motivasi olahraga
41:57 Experience Amanda ikut silent meditation
Kata orang, hidup selalu berubah-ubah dan gak bisa ditebak. Padahal, ada pola 7 tahun sekali yang bisa kita pelajari buat membantu kita memahami perjalanan hidup.Andra Alodita, bersama dengan Ibu Nucha membahas seperti apa siklus 7 tahunan ini, dan kemungkinan apa aja yang akan kita hadapi di masing-masing periodenya.Episode ini juga bisa jadi teguran untuk Parents yang sampai saat ini belum berani ambil keputusan untuk melepaskan orang-orang yang gak sejalan dengan visi hidup.Timestamp:00:00 Opening04:35 Kenapa angka 7 itu spesial?06:47 Rumus di tiap 7 tahunan18:35 Memahami jiwa dan misi jiwa23:12 Cara melatih diri untuk kurasi emosi31:20 Ambil keputusan jika udah terlalu menguras energi33:31 Your people will find you38:05 Let them talk about you43:20 Penderitaan akan mengajarkan hal baru55:38 Pentingnya jadi orang otentik karena jadi magnet buat banyak orang
Pernah jadi korban bully saat remaja, masa yang harusnya berisi cerita menyenangkan, ternyata jadi momen dimana Andienaisyah meraih kekuatan untuk terus berkarya hingga 25 tahun ini.
Andien mampu membuktikan bahwa konsistensi dan kecintaan berkarya bisa jadi bahan bakar yang cukup untuk bertahan.
Di episode ini, kita akan mendengarkan sisi lain Andienaisyah selama proses berkarya, dan mengintip sentuhan spesialnya dalam Konser Suarasmara!
Timestamp:
00:00 Opening
03:07 Awal mula Andienaisyah berkarya
08:05 Potensi anak hanya bisa diarahkan, bukan dipaksakan
11:27 Dibully sampai gak mau sekolah lagi
15:17 Pingin berhenti nyanyi dan gak dilarang orang tua
18:03 Ngejar karir tapi tetep gak lupa main
22:04 Konser Suarasmara = konser paling virgo
29:23 Kerapuhan bisa jadi bahan bakar karya
Jangan percaya couple goals! Tapi, coba buat punya goals bareng sama pasangan masing-masing.
Mulai dari yang kecil dulu, mulai dari yang sederhana..
Kayak Ryan Adriandhy dan Anizabella Lesmana yang belajar buat olahraga bareng sampai akhirnya sekarang berkarya bareng sebagai suami istri!
Timestamp:
00:00 Opening
02:17 Cerita cinta Ryan dan Bella
06:42 Pertama kali dapet komentar "couple goals'
07:25 Awal mula konten LITERASI (Literatur Suami Istri)
11:42 Definisi couple goals = punya tujuan bareng
17:58 Karya bersama Ryan Adriandhy dan Anizabella Lesmana
18:14 This Is What Home Could Feel Like
30:24 Apa yang bisa menghindarkan pasangan dari bosan?
5 tahun pernikahan, 10 tahun pernikahan, katanya selalu punya kejutan dan ujiannya masing-masing.
Simak rahasia pernikahan Ario Nucha yang mungkin bisa bantu Parents di rumah buat mencapai check points hubungan.
00:00 Opening
03:37 Dinamika hubungan bisa diciptakan untuk menghindari bosan
09:35 Pencapaian pasangan bisa memicu pengembangan diri.
16:19 Self awareness bantu proses menerima situasi
27:36 Punya tujuan bersama pasangan penting buat bonding
32:36 Udah gak jamannya “rela mati demi kamu”
Istri sering ngomel bukan tanda galak, tapi karena energi maskulinnya lebih tinggi.
Hal ini bisa terjadi karena perempuan berada dalam mode survival dan belum merasa aman.Apa yang bisa dilakukan untuk mengembalikan peran yang tertukar?
Raden Prisya menjelaskan energi maskulin dan feminin yang bisa menjadi sebab perpisahan rumah tangga jika tidak diterima dengan baik.
Timestamp:
00:00 Opening
03:20 Definisi energi maskulin dan feminin
08:15 Masalah yang bahaya bagi pernikahan
15:00 Ketika bapak mulai gak mau ngadepin masalah
24:27 Maskulin energi berasal dari protector kita
40:03 Kalau suamiku gak mau berubah, harus gimana?
"Kamu lebih pilih meninggal duluan, atau ditinggalin?"
Pertanyaan ini jarang sekali dibahas dan didiskusikan, padahal kedukaan adalah sebuah keniscayaan alias hal yang tak terhindarkan.
Dee Lestari dalam episode ini bercerita bagaimana mengubah duka menjadi karya bersama mendiang.
Timestamp:
00:00 Opening
05:15 Menjadikan karya sebagai obat rindu
12:37 Duka di tahun pertama, kedua, dan ketiga..
18:07 Penting untuk ngomongin kematian
24:02 Memahami ada hal-hal yang tidak bisa diubah
29:05 Definisi menjadi kuat dari Dee Lestari
32:36 Agar duka bisa cepat pamitan
Jika pesta pernikahan direncanakan sedemikian detail, persiapan kehamilan dan penanganan pasca kehamilan juga harusnya mendapat perhatian yang sama besarnya.
Sayangnya, kesadaran ini masih belum menyeluruh, dan angka resiko kematian ibu melahirkan di Indonesia masih termasuk tinggi.
Bersama Prof Iko dan dokter Yassin, Bapak Ibu membahas tuntas seputar kesuburan, kanker serviks, dan resiko kematian ibu melahirkan.
Timestamp:
00:00 Opening
04:55 Menurunnya angka pernikahan
11:20 Bahaya pendarahan pasca persalinan
15:05 When you educate a woman..
21:00 Pentingnya vaksin HPV
29:00 Pregnancy organizer sama pentingnya dengan wedding organizer
36:32 Kemampuan sel telur mereparasi sel sperma
Urusan bersih-bersih rumah walaupun terkesan sederhana, ternyata bisa jadi sumber masalah besar karena beban yang berat sebelah.Ayu Kartika Dewi, di episode ini menceritakan pentingnya konsep Fair Play yang bisa membantu pasangan dalam memahami beban domestik yang sering gak diliat itu.Dengerin sama pasangan, biar terhindar dari berantem-berantem yang gak perlu, dan lebih mengapresiasi satu sama lain.00:00 Opening03:55 Konflik pernikahan bisa disebabkan karena urusan beberes rumah05:02 Definisi Fair Play by eve Rodsky15:25 Pentingnya memahami Minimum Standart of Care38:00 Makna pernikahan bagi Ayu Kartika Dewi dan suami
Support system dalam mengasuh anak itu dicari dan diusahakan, bukan datang begitu saja.
Walaupun proses pencarian support system itu juga tidak mudah, tapi zaman sekarang ada banyak cara Parents untuk memberikan pendampingan terbaik demi anak, walau di tengah kepadatan pekerjaan.
Di episode ini, Galih Sulistyaningra, dan Bapak Ibu ngobrol seru banget soal proses negosiasi sama orang tua, dan apakah Daycare masih dianggap “tempat penitipan barang”?
Kehadiran Main Story sebagai Daycare dan Homecare Pintar di episode ini juga bisa jadi jawaban Parents yang masih bimbang, baiknya nitip ke Nenek Kakek.. atau ke Daycare ya?
Info selengkapnya, bisa kunjungi www.mainstory.com/daycare atau www.mainstory.com/homecare
TIMESTAMP
00:00 Opening
03:25 Anxious Generation by Jonathan Haidt
10:00 Anak perlu belajar jatuh dan gagal untuk bisa bangkit lagi
13:05 Metode belajar secara “Independent Play”
18:30 Pertimbangan orang tua dalam memilih Daycare
30:25 Support system itu dicari, bukan didapat begitu saja
Mitos di masa-masa ibu hamil dan melahirkan selalu jadi obrolan segar saat sedang melakukan kontrol rutin ke dokter. Edukasinya sering dilakukan, tapi keresahannya juga sering kembali.
Nah, memilki pemahaman yang baik dalam memilah mitos dan fakta di masa kehamilan bisa membantu banyak dalam mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan.
Selengkapnya tentang mitos dan fakta kehamilan akan dibahas oleh dr Yassin dalam episode ini!
Timestamp:
00:00 Opening
04:10 Mitos selalu ada, dan berulang
07:13 Kesehatan reproduksi jadi anak tiri di dunia medis
13:00 Mengetahui fakta dapat mengurangi 50% kecemasan
24:05 Don't make babies, make love
34:45 Hal-hal yang harus diperhatikan agar bisa menjaga kesuburan
43:00 Punya anak adalah perencanaan
Kesiapan jadi ayah bukanlah sesuatu yang bisa direncanakan, karena perasaan itu lahir dari momen-momen yang dijalani bersama anak, sebagaimana cerita Mang Dedi di film Panggil Aku Ayah.
Dalam prosesnya pun, Ringgo juga masih diliputi kekhawatiran apakah bisa jadi orang tua yang baik, atau masih penuh rasa egois?
Sisi kesiapan perempuan saat menyambut peran sebagai ibu dan bagaimana proses mengikhlaskan kepergian sosok ayah juga secara lugas diceritakan oleh Teh Anggia Kharisma di episode ini.
Timestamp:
00:00 Opening
02:34 Ketakutan Ringgo dalam membesarkan anak
06:36 Titik kesadaran kenapa mau jadi orang tua yang lebih baik
17:30 Masih merasa jadi orang tua yang buruk
21:52 Harus siap menghadapi kesendirian dalam diri
26:04 Memeluk nervous system, biar gak menyampah dalam diri
38:10 Kenangan tentang Ayah dirayakan selama proses berkarya
45:20 Musuh pertama anak adalah orang tua yang belum sembuh
Resep pernikahan awet dan gak sering berantem dari Ligwina Hananto ternyata sederhana: jadi pelupa! Asalkan yang diberantemin bukan hal prinsipal yaa. Kayak soal uang, spiritual, dan pola pengasuhan.Selengkapnya tentang cerita Teh Wina yang pernah jadi kepala keluarga, sampai apakah ia benar seorang SJW feminis, diobrolin tuntas bareng Bapak Ario dan Ibu Nucha di episode ini!Timestamp:00:00 Opening.04:50 Apa yang bikin awet sampai 25 tahun?.10:20 Pentingnya berkompromi dengan pasangan.17:45 Capeknya jadi pemberi nafkah utama di keluarga.28:00 Keputusan finansial terbesar: ambil KPR.37:03 Rezeki nikah itu ada, tergantung nikah sama siapa.41:18 Ada 3 hal yang harus dibahas dengan pasangan
Kegiatan transfer penghasilan ke orang tua bisa terasa membanggakan bagi sebagian orang, namun ada pula yang merasa itu sebagai beban.
Rasa tidak ikhlas yang menghantui bisa jadi karena ketika memberi uang, si pemberi masih di fase berpindah tangan, belum berpindah kepemilikan.
Tapi dalam banyak faktor, ketakutan dicap anak durhaka jadi penyebab utama seorang anak memaksakan diri untuk mengirim bulanan ke orang tuanya.
Selengkapnya, bisa disimak dalam episode Podcast Curhat Bapak Ibu bersama Audrey Susanto, Psikolog Klinis dan Keluarga dengan spesialisasi penanganan trauma finansial.
TIMESTAMP:00:00 Opening
03:05 Ngasih orang tua karena ingin merasa berdaya
12:00 Orang tua durhaka dan anak durhaka
17:35 Perbedaan prioritas tiap generasi
20:49 Ketika kondisi keuangan mempengaruhi mental..
25:30 Belajar base line angka dan base line rasa
34:09 Mulai darimana untuk membicarakan boundaries
38:21 Konsep berpindah tangan dan berpindah kepemilikan
Menjalani peran baru sebagai ibu seringkali terasa berat dan dituntut sempurna. Tak jarang, ketika ada yang di luar rencana, ibu cenderung menyalahkan diri sendiri. "Masakanku gak dihabisin, apa aku kurang enak ya masaknya?"
Ketakutan-ketakutan itu bisa diatasi dengan being gentle with ourselves, seperti yang dicontohkan Momma Icha pada Seiji saat mengalami fase picky eater.
Selengkapnya, bisa Parents tonton di episode Dhannisa Cho: Gentle Parenting Bukan Cuma Cara Ngomong!
Timestamp:
00:00 Opening
02:05 Kenapa being gentle bisa jadi jawaban
05:35 Orang tua rentan menyalahkan diri sendiri saat ada sesuatu di luar ekspektasi
12:10 Parenting bukan tentang checklist dalam kepala kita
18:20 Atasi picky eater dengan ajak anak ikut masak
30:15 Di atas 5 tahun, kegiatan makan dengan anak serasa seperti teman
Menghidupi peran sebagai ibu dan juga wanita karir di era sekarang terasa makin challenging. Belum lagi stigma dan ekspektasi yang menuntut perempuan untuk jadi sempurna di rumah maupun di kantor.
Simak cerita selengkapnya bagaimana burnout yang dialami dua perempuan leader ini di podcast Curhat Bapak Ibu bersama Analisa Widyaningrum
Timestamp:
00:00 Opening
06:40 Hal yang paling melelahkan dari proses decision making
11:40 Pentingnya ngobrol sama pasangan untuk tau awareness orang sekitar
19:40 Keputusan dibuat bukan dari reaksi, tapi dari kesadaran diri
23:05 Financial well being mempengaruhi personal well being
36:15 Laki-laki yang tepat membawa kebahagiaan di rumah
44;10 Mampu menerima kegagalan dalam setiap peran