Banyak orang bilang mereka menghormati Tuhan… sampai Tuhan mengajak mereka melambat.
Karena tanpa sadar, kita hidup dengan Kingdom Math versi dunia: cepat, besar, kelihatan.
Padahal Kerajaan Allah bekerja dengan cara yang berbeda:
small, slow, unseen — but unstoppable.
“God’s work is slow because it is thorough.”
Bukan karena Tuhan tertinggal, tapi karena Dia sedang membentuk sesuatu yang dalam.
Church, mari jujur bertanya:
Banyak orang bilang mereka menghormati Tuhan… sampai Tuhan mulai “mengganggu” ritme hidup mereka.
Karena jujurnya, kita sering hanya mau Tuhan hadir di jadwal kita, bukan kita yang menyesuaikan dengan jadwal-Nya.
Modern idols hari ini bukan patung tapi schedule & rhythm.
Padahal mungkin interupsi kecil itu yang sedang dipakai Tuhan untuk bicara, mengubah, atau pakai hidup kita.
Honor bukan sekadar hadir 2 jam di hari Minggu.
Honor adalah saat kita berkata:
Karena bisa jadi, kemuliaan Tuhan menunggu di balik satu langkah kecil yang “mengganggu” kenyamananmu.
Kerendahan hati bukan sekadar sikap, tapi jalan kuno yang sudah ditempuh orang-orang percaya sejak dulu.Dari kisah King Ezana Stone, kita belajar bahwa kerendahan hati nyata dalam tiga hal sederhana:
1️⃣ Berhenti sejenak — karena berhenti menunjukkan prioritas.2️⃣ Mau bertanya — karena hati yang lapar selalu siap diajar.3️⃣ Taat seketika — karena ketaatan yang menunda, bukanlah ketaatan.
Yeremia 29:13 berkata, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku.” Dan itu terjadi pada hati yang rendah, mau belajar, dan mau taat.
Disalahmengerti itu menyakitkan.Motivasi dipertanyakan, ucapan disalahartikan, bahkan sering datang dari orang-orang yang dekat. Akibatnya? Rasa terisolasi, tertunda pengakuan, dan hati yang lelah.
Dalam 1 Samuel 1:7-18, lewat kisah Hana, kita belajar bahwa salah mengerti bisa terjadi bahkan di tempat kudus. Tapi jangan biarkan itu menghentikan doa. Jangan biarkan itu merampas identitas kita di hadapan Tuhan.
Respon kita menentukan: marah atau menjawab dengan jelas, lari atau tetap berdoa, pahit atau biarkan Tuhan yang membela lewat waktu.Hana memilih tetap fokus pada Tuhan dan dari rahim yang tertuduh, lahirlah Samuel.
Tuhan sanggup memberi anugerah, ketekunan, dan kedewasaan saat kita disalah mengerti. Yang penting, biarkan hati kita terus diuji di hadapan-Nya.
Satu hal yang pasti dalam hidup adalah ketidakpastian.
Sering kali kita menunggu keadaan “ideal” sebelum berani melangkah. Padahal, situasi boleh saja tidak sempurna, tapi motivasi hati harus tetap dijaga dengan benar.
Dalam pesan dari Rut 2:2-7, 15-19, Ps. Sam Hartanto mengingatkan bahwa:
➡️ Keadaan ideal bukan datang dengan drama, tapi dengan aksi.
➡️ Keadaan ideal boleh didoakan, tapi jangan ditunggu tanpa batas.
➡️ Keadaan ideal boleh diharapkan, tapi jangan sampai jadi berhala.
➡️ Keadaan ideal ditemukan saat kita maju dengan syukur, bahkan dari hal-hal kecil.
➡️ Keadaan ideal hadir bukan dengan lari, tapi dengan kembali, menghadapi, dan menang.
Jangan biarkan ketidakpastian menghentikanmu. Berhenti menunggu sempurna, dan mulailah melangkah dalam iman.
Daud takut, tapi tidak pernah bodoh. Samson berani, tapi bodoh.
Dalam episode ini, Ps. Sam Hartanto membahas kisah Samson, sang pahlawan yang terpilih sejak lahir, namun kehilangan segalanya karena tidak fokus pada tujuan hidupnya. Samson adalah "si bodoh yang tak kenal takut," seseorang yang memiliki karunia besar tetapi membiarkannya sia-sia karena distraksi dan kepuasan diri.
Pelajari bagaimana kehidupan yang tidak fokus dapat mengubah kekuatan menjadi kelemahan, dan bagaimana kerendahan hati—seperti yang akhirnya ditunjukkan Samson—adalah satu-satunya jalan untuk kembali kepada Tuhan. Ia mengingatkan kita bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus telah dipilih, tetapi yang terpenting adalah apakah kita tetap fokus pada panggilan itu.
Dengarkan dan temukan bagaimana mengasah fokus Anda untuk memenuhi tujuan hidup yang Tuhan berikan, bukan membiarkannya hilang karena hal-hal sepele.
Mukjizat pertama Yesus tidak dimulai dari panggung yang megah, tetapi di pesta pernikahan yang sederhana.
Dalam episode ini, Ps. Sam Hartanto membahas kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana dan mengungkapkan prinsip-prinsip penting di baliknya. Ia mengingatkan kita bahwa Tuhan lebih mengutamakan hubungan daripada panggung, dan bahwa mukjizat sering kali dimulai dari iman yang sederhana—seperti iman Maria—yang percaya bahwa Yesus sanggup bertindak, bahkan tanpa diberi tahu caranya.
Pelajari bagaimana ketaatan dan keunggulan dalam hal-hal kecil, seperti yang ditunjukkan oleh para pelayan, adalah kunci untuk membuka mukjizat baru. Temukan bahwa iman bukanlah tujuan akhir, tetapi perjalanan seumur hidup yang percaya bahwa jika Tuhan pernah melakukannya sekali, Dia bisa melakukannya lagi.
Dengarkan dan yakini bahwa yang terbaik masih akan datang.
Jangan biarkan kesuksesan di masa lalu menjadi musuh terbesar Anda di masa depan.
Dalam episode ini, Ps. Sam Hartanto membahas kisah Raja Daud yang, meskipun baru meraih kemenangan, tetap merendahkan diri dan "meminta lagi" petunjuk dari Tuhan. Ia mengingatkan kita bahwa rutinitas dan asumsi bisa membuat kita gagal, seperti yang dialami orang Israel di Ai.
Melalui pesan ini, kita akan belajar tentang makna "shoal" — meminta bukan hanya untuk jawaban, tetapi untuk hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Kita akan diajarkan untuk melatih telinga rohani kita agar dapat mendengar suara Tuhan yang spesifik, mengubah hal-hal biasa menjadi tanda-tanda yang luar biasa.
Dengarkan dan temukan bagaimana kerendahan hati untuk "meminta lagi" dapat menebus kegagalan di masa lalu dan mengubah masa depan Anda.
Tidak ada Pentakosta tanpa ruang atas.
Dalam episode ini, Ps. Sam Hartanto mengajak kita menyelami makna di balik "ruang atas" yang sesungguhnya. Ia menjelaskan bahwa ruang itu bukan sekadar tempat, melainkan tujuan; sebuah ruang di mana kita berhenti lari dan mulai menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan.
Pelajari bagaimana ruang atas menjadi tempat di mana keraguan bertemu devosi, di mana Roh Kudus mengisi hati dan ruang kosong, dan bagaimana persatuan di antara orang percaya dapat melahirkan kebangunan rohani. Ini adalah panggilan untuk mencari api unik Anda sendiri, bukan meniru api orang lain.
Dengarkan dan temukan bagaimana "ruang atas" dalam hidup Anda dapat memicu panggilan baru yang menghidupkan kembali iman dan gereja.
Jawaban yang benar bukan sekadar kata-kata, ia punya kekuatan untuk membentuk masa depan.
Dalam episode ini, Ps. Sam Hartanto menjelaskan bahwa jawaban yang tepat dalam bisnis, keluarga, bahkan relasi kecil, dapat menentukan apakah sesuatu akan bertahan atau tidak.
Sebuah rumah tangga bisa langgeng hanya karena satu hal: karena kita tahu kenapa kita melakukan apa yang kita lakukan.
Bukan karena kewajiban, tapi karena kasih.
Bukan karena rutinitas, tapi karena tujuan.
Deborah bukan hanya sosok pemimpin. Dia adalah gambaran wanita yang tetap tenang di situasi panas, berani berdiri saat semua orang mundur, dan tetap mendengar suara Tuhan di tengah keramaian.
Dalam episode ini, Ps. Sam Hartanto mengajak kita melihat apa artinya punya hati seperti Deborah:
Karena menjadi “Deborah-type woman” bukan soal gelar atau jabatan, tapi soal hati yang siap dipakai Tuhan dalam setiap musimnya.
What are you doing here?
Hidup bukan cuma soal gunung tinggi atau lembah terdalam.Pertumbuhan rohani terjadi saat kita belajar berjalan dengan baik di antara keduanya.
Dalam pesan ini, Ps. Sam Hartanto mengingatkan bahwa ekspektasi yang tidak dikelola bisa membawa kita pada isolasi, kekecewaan, dan kata-kata yang menyakiti.
Tapi pemulihan dimulai saat kita berhenti mengejar yang spektakuler dan mulai mendengar suara Tuhan yang lembut.
Beautiful Surrender — ketika iman bukan soal jawaban, tapi kepercayaan.
Banyak dari kita datang ke Tuhan dengan pertanyaan, tapi Tuhan mengundang kita untuk datang demi kedekatan.
Di episode ini kita bahas:
📍 Kenapa intimacy lebih penting dari solusi📍 Bahaya iman yang cuma fokus pada “kenapa”📍 Proses percaya di tengah ketidakpastian
We often expect God to speak in the fast pace of our daily lives — but He’s not silent, He’s just speaking differently.
In this episode, Ps. Sam Hartanto reminds us that God still speaks today.
Through the Scriptures, through godly teachings, and through the Holy Spirit.
The question is — are we slowing down enough to listen?
Tap play and reflect.
#CepatDanLambat #SamHartanto #HouseTalkPodcast
Puasa bukan soal mencoba “mendapatkan sesuatu” dari Tuhan. Puasa adalah tentang hati yang sungguh-sungguh mencari Dia dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Bahkan setelah salib, Yesus tidak pernah membatalkan praktik ini. Justru Dia berkata, “Apabila kamu berpuasa...” — bukan jika, tapi ketika. Artinya, puasa tetap punya peran penting dalam perjalanan iman kita hari ini.
Dalam episode ini, Ps. Sam Hartanto membagikan bagaimana puasa menolong kita untuk berseru minta pertolongan Tuhan, mencari arah-Nya, dan melepaskan semua identitas palsu yang kita pakai — entah itu status, jabatan, atau pencapaian. Puasa bukan tentang kehilangan sesuatu, tapi tentang direset kembali, supaya Tuhan bisa membangun kita sesuai rancangan-Nya.
Pernah merasa hidupmu lambat banget jalannya?
Kayak semua orang sudah jauh di depan, sementara kamu masih di titik yang sama?
Di episode ini, Sam Hartanto mengingatkan kita bahwa progress yang lambat tetaplah progress.
Tuhan gak menilai dari kecepatan, tapi dari kesetiaan.
Setiap langkah kecilmu, setiap prosesmu, tetap dihitung di hadapan-Nya.
🎧 Dengarkan dan temukan penguatan baru untuk terus berjalan – pelan tapi pasti.
Dalam episode kali ini, kita akan membahas pentingnya titik keputusan dalam hidup yang diibaratkan seperti gerbang. Titik-titik ini menentukan jalan yang kita ambil dan mempengaruhi kita kedepannya. Buatlah pilihan yang selaras dengan kehendak Tuhan agar hidup kita penuh dengan berkat dan dilindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Keputusan yang bijak dan sesuai dengan firman Tuhan akan membawa kita menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam episode ini kita membahas bahwa di dalam hidup kita ada sebuah Supernatural Law dan Natural Law. Penyertaan Tuhan dalam hidup kita pasti akan selalu ada teteapi Tuhan ingin kita bertumbuh dalam kedewasaan rohani kita.
Dalam perjalanan iman kita bersama dengan Tuhan, Dia ingin kita menjadi pribadi yang dewasa salah satunya dengan apa yang kita kerjakan bisa selesai dengan tuntas atau complete.
Hasil dari sebuah kedewasaan atau completion adalah
Di dalam perjalanan iman, kita sadar bahwa cara pandang dan berpikir kita memiliki dampak yang mendalam pada tindakan kita. Maka dari itu, penting bagi kita untuk terus-menerus memperbaharui pemikiran dan hati kita di dalam Tuhan setiap hari. Dalam episode ini kita akan belajar bagaimana untuk selalu mempunyai cara pandang yang baik dan benar di dalam Tuhan.