Om Ben, @ombenben, adalah creative entrepreneur yang sudah menjalani lebih dari 20 tahun karirnya di Industri Kreatif.
Jatuh bangun di dunia bisnis membuatnya santai menghadapi hidup, karena tahu bahwa: bila jatuh --toh tinggal bangun kembali.
Sekarang dia adalah CEO dari Torch.id --salah satu brand lokal dengan pertumbuhan yg sangat tinggi di Indonesia.
Tapi di luar bisnis, Om Ben punya hobby mempelajari hidup, dengan mencari hikmah dari pengalaman hidupnya sendiri.
Kata orang, kalau dia bercerita --enak dengerinnya :) Mari disimak!
All content for Ngobrol Brand Lokal is the property of Om Ben and is served directly from their servers
with no modification, redirects, or rehosting. The podcast is not affiliated with or endorsed by Podjoint in any way.
Om Ben, @ombenben, adalah creative entrepreneur yang sudah menjalani lebih dari 20 tahun karirnya di Industri Kreatif.
Jatuh bangun di dunia bisnis membuatnya santai menghadapi hidup, karena tahu bahwa: bila jatuh --toh tinggal bangun kembali.
Sekarang dia adalah CEO dari Torch.id --salah satu brand lokal dengan pertumbuhan yg sangat tinggi di Indonesia.
Tapi di luar bisnis, Om Ben punya hobby mempelajari hidup, dengan mencari hikmah dari pengalaman hidupnya sendiri.
Kata orang, kalau dia bercerita --enak dengerinnya :) Mari disimak!
Setiap fase pertumbuhan sebuah Start-up punya kekhasan pentargetan pertumbuhan finansial. Jadi pastikan bahwa kamu mampu menentukan target sesuai dengan fase di mana start-up kamu berada. Jangan terlalu rendah, dan jangan juga terlalu berlebihan sampai menurunkan moral.
Menyeimbangkan dua hal ini bisa dibilang impossible. Kenapa? Karena sebenarnya untuk sukses dan tetap bahagia, yang harus diharmoniskan jauh lebih banyak dari dua hal ini aja.
Dibajak desain mah biasa. Soalnya ini Indonesia, Bung.
Jadi jangan baper berkepanjangan, yak.
Akan ada masalah kayak gini yang bisa dipecahkan dengan pendekatan hukum. Ada juga yang bisa dipecahkan dengan pendekatan pengusaha (kreatif).
Untuk menghindari konflik seperti ini di dalam hati pendiri, baiknya gunakan saja pembuktian Hipotesis Nilai dan Hipotesis Pertumbuhan. Kalau tidak bisa membuktikan salah satunya, maka saat datang waktu untuk pivot.
Ada beberapa konsep bisnis yang sebaiknya sejak awal bisnis dipikirkan dengan sangat bijak. Kesalahan membuat konsep ini bisa memaksa kita melakukan pivot terlalu jauh ke belakang atau bahkan memastikan kebangkrutan perusahaan. Kenali sejak awal!
Cara Disney memilih revenue stream utamanya adalah sesuatu yang jenius. Produk yang kita sangka sebagai bisnis utama mereka, film dan animasi keren itu, sebenarnya adalah iklan mereka. Sumber utama penghasilan mereka adalah bisnis merchandise yang diproduksi oleh pihak lain. Tanpa modal, dengan untung yang besar.
Pengusaha harus pandai menggunakan potensi otaknya dalam menghadapi masalah dalam bisnis. Bagian-bagian otak manusia dirancang untuk memecahkan masalah yang berbeda-beda. Reptil's Brain, Mammal's Brain dan Primate's Brain. Use it wisely!
Divisi HRD itu sangat penting. Tapi masalahnya adalah ketika kita bootstrap (mendirikan sendiri perusahaan dengan modal pribadi) biasanya uang lebih nyaman ditaruh dulu di divisi-divisi yang menghasilkan uang. Nah... jadi kapan kita bener-bener perlu dan tidak boleh lagi menunda lagi memformalkan departemen sumber daya manusia?
Kadang kita bingung ketika memulai bisnis. Kehilangan arah. Ragu untuk membuat keputusan. Biasanya ini terjadi karena kita belum menemukan Misi Hidup kita sebagai pengusaha. Bekerja pada seseorang yang inspiratif sangat mungkin membantu memusnahkan keragu-raguan, dan menggantinya dengan ambisi untuk berhasil menggapai impian.
Meneruskan pengembangan Lean Start-up Model for Fashion Brands, mendigitalisasi rantai supply, menyiapkan organisasi dan SDM yang pembelajar, dan meneruskan memperbaiki diri pribadi --adalah hal-hal yang harus jadi fokus di tahun 2021.
Brand Lokal Fashion pasti berbeda pengelolaannya dengan Tech Start-up, tapi ternyata punya banyak kemiripan juga. Termasuk komposisi pengelola dan pendirinya. Yang pasti diperlukan seseorang yang bersifat hustler sebagai CEO, tapi bagaimana dengan posisi yang lain. Apakah Si Hipster dan Si Hacker diperlukan juga? Atau ada tipe orang yang berbeda di luar ke tiga pendiri atau pengelola ini? Podcast ini dibuat berdasarkan pengalaman saya selama 6 tahun mengelola Torch.id dari pendiriannya sampai sebesar sekarang.
Ukuran perusahaan kita di masa depan sangat ditentukan oleh konsep-konsep awal seperti impian pendiri, target market, dan rantai suplainya. Pikirkan (dan mimpikan) sejak awal mau sebesar apa bisnis kita 5-10 tahun ke depan. Impian besar apa yang ingin diraih? Karena hal ini juga akan menentukan mentor seperti apa yang akan kita dapatkan.
Izin orang tua jarang dibicarakan sebagai faktor penentu dalam bisnis. Tapi dalam pengalaman saya, tidak hanya kesuksesan, tapi kebahagiaan menjalankan bisnis sangat dipengaruhi oleh izin dan ridho orang tua. Dan untuk saya sih, bisnis itu harus membawa kebahagiaan, bukan hanya keberhasilan finansial.
Scaling-up dilakukan setelah kita berhasil menemukan bukti bahwa produk yang ditawarkan oleh startup ternyata menemukan traksi yang diharapkan. Artinya, ada golongan konsumen yang berani menukarkan uangnya dengan produk atau servis yang kita sebelumnya rancang. Tapi bukan berarti pekerjaan sudah selesai. Scale-up tetap pekerjaan penting, karena jika sebuah bisnis tidak dapat di-scale-up berarti bisnis tersebut sulit mendapatkan keuntungan yang signifikan. Seperti kita ketahui, bisnis yang kecil sulit dibuat efisien. Dan walaupun size-nya kecil, mengelolanya sama capeknya dengan mengelola bisnis yang besar.
Sesudah kita akhirnya mendapatkan MVP (Minimum Viable Product), saatnya menguji apakah produk baru ini memang dibutuhkan Konsumen. Apakah fiturnya pas, desainnya cocok, harganya diterima, dll. Di fase ini kita akan mengeluarkan uang untuk ujicoba dengan metode digital. Jadi ini saat yang tepat juga untuk mulai mencari tambahan dana dan modal dengan deal yang lunak.
Fase ini adalah fase merugi yang paling penting. Mulai dari ideasi, konsepsi dan membuat komitmen bersama tim awal. Hasil-hasil dari fase ini, yaitu: Minimum Viable Product + Startup Team, yang akan divalidasi di tahap selanjutnya
Belum tentu solusi dari persaingan itu adalah efisiensi, apalagi banting harga. Dalam banyak situasi, justru sering kali kita tidak sadar bahwa penawaran kita pada konsumenlah masalahnya. USP (Unique selling point) yang kita tawarkan justu tidak cukup unik. Itu yang menyebabkan kita tidak bisa mendapatkan harga jual yang cukup baik untuk mendapatkan margin yang cukup sehat agar perusahaan bisa tumbuh.
Ternyata banyak pengusaha muda yang dibuat kebingungan di awal usahanya. Antara pilihan branding atau selling dulu. Kebingungan ini banyak ditanyakan kepada saya, dan akan saya coba urai kebingungan ini dengan mencoba membongkar dulu apa itu proses selling, proses branding dan tentu saja proses marketing - - di usaha kecil dan bedanya di perusahaan besar.
Rupanya ada beberapa rekan pengusaha muda merasa minder ketika memulai brand-nya. Minder karena bisnisnya lebih kecil daripada pesaingnya. Padahal jangankan di bisnis, dalam kehidupan sehari-hari saja minder itu sebenarnya pembunuh potensi dan peredup masa depan. Bagaimana mindset yang bisa menghapus perasaan rendah diri ini?
Om Ben, @ombenben, adalah creative entrepreneur yang sudah menjalani lebih dari 20 tahun karirnya di Industri Kreatif.
Jatuh bangun di dunia bisnis membuatnya santai menghadapi hidup, karena tahu bahwa: bila jatuh --toh tinggal bangun kembali.
Sekarang dia adalah CEO dari Torch.id --salah satu brand lokal dengan pertumbuhan yg sangat tinggi di Indonesia.
Tapi di luar bisnis, Om Ben punya hobby mempelajari hidup, dengan mencari hikmah dari pengalaman hidupnya sendiri.
Kata orang, kalau dia bercerita --enak dengerinnya :) Mari disimak!