Matilah engkau mati, Kau akan mati berkali-kali….
Laut Bercerita dengan apik menuturkan dua sudut pandang, yaitu cerita melalui Biru Laut dan Asmara Jati. Biru Laut adalah seorang mahasiswa tingkat akhir Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada, bergabung dalam organisasi Winatra yang berafiliasi dengan Wirasena, menyuarakan kekecewan kepada rezim orde baru yang membuat hidupnya terasa terancam di negeri sendiri. Alih-alih negara menjamin keselamatan warga negaranya sendiri, ironinya merasa terancam dan ada pula yang dihilangkan secara paksa. Dan Asmara Jati, adik laut. Menuturkan kesedihan keluarga yang penuh harapan menginginkan anaknya untuk pulang, menanti jawaban di setiap Aksi Kamisan depan Istana Presiden yang sudah lebih dari satu dekade, tanpa hanya menjadi uapan di udara.
Leila berhasil menguras emosi pembaca. Kerinduan akan masakan ibu, aroma sayur tengkleng, rutinitas makan bersama, keluarga yang menanti anaknya akan pulang. Memeluk mereka satu persatu, lalu makan malam seperti biasa.
Show more...