
Belakangan ini, muncul kritik tajam dari warganet, hingga hate speech, dan hoax, terkait pengananan bencana di Sumatera. Kritik terhadap penanganan bencana merupakan bagian penting dari pengawasan publik dalam alam demokrasi. Namun, Kritik yang merupakan hak konstitusional warga, akan lebih baik jika bersifat membangun dan berbasis fakta, sebagai bagian dari dialog sosial untuk perbaikan kebijakan. Bagaimana masyarakat menggunakan dan menyampaikan kritik secara obyektif, berbasis fakta dan konstruktif ?
Talk dengan Guru Besar Universitas Trisakti Prof. Trubus Rahardiansah